20 Puskesmas Terima Bantuan Motor

Info Gambar :

 

HUMPRO KUBU RAYA – Sebanyak 20 puskesmas di Kabupaten Kubu Raya menerima bantuan motor operasional untuk program Salju (Selasa-Jumat) Terpadu. Penyerahan motor dilakukan langsung Bupati Muda Mahendrawan seusai memimpin apel pagi di halaman Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Senin (21/10). Bantuan motor diterima enam puskesmas yang mewakili, yakni Puskesmas Sungai Kerawang, Puskesmas Sungai Kakap, Puskesmas Kubu, Puskesmas Kopri, Puskesmas, Sungai Asam, dan Puskesmas Rasau Jaya.

Bupati Muda menjelaskan, Salju Terpadu adalah program untuk mengoptimalkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan. Yakni dengan kunjungan petugas kesehatan ke rumah-rumah warga. Ia menerangkan, Salju adalah akronim dari Selasa dan Jumat, di mana pada hari-hari tersebut dilakukan pelayanan kesehatan dengan sistem jemput bola. Pada hari Selasa dilakukan pelayanan kesehatan keluarga. Seperti pemeriksaan ibu hamil, balita, imunisasi, pemberian vitamin, KB, kandungan, dan persalinan. Adapun di hari Jumat, diberikan pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan penyakit menular dan tidak menular. 

“Ini (bantuan motor) sebetulnya untuk memperlancar. Prinsipnya adalah bagaimana supaya program Salju ini bisa berjalan maksimal sesuai harapan,” ujarnya seusai kegiatan.

Muda mengatakan, untuk mengejar target Standar Pelayanan Minimal (SPM) dengan 12 indikator bidang kesehatan, pemerintah daerah harus aktif. Salah satunya dengan melakukan pelayanan kunjungan ke rumah-rumah warga. 

“Melalui kunjungan ini ada langkah-langkah untuk bisa mengurangi dampak-dampak dan angka-angka negatif. Misalnya stunting, gizi, kesehatan ibu dan anak, dan sebagainya. Termasuk juga penyakit menular dan tidak menular,” tuturnya. 

Muda menerangkan, program Salju juga diharapkan dapat membangun partisipasi masyarakat lebih cepat. Dengan adanya gerakan proaktif jemput bola dari petugas kesehatan, diharapkan masyarakat akan bergerak bersama-sama tenaga kesehatan tersebut. 

“Nah, di sinilah sebetulnya kita membangkitkan kesadaran bahwa gerakan sehat itu memang harus melalui suatu pola masif bersama-sama. Supaya ada kesadaran bersama dan masyarakat pun akhirnya bersemangat dalam gerakan meningkatkan kesehatan,” terangnya. 

Menurunkan angka-angka risiko dari 12 indikator bidang kesehatan, Muda menyebut perlunya memperkuat kualitas tenaga kesehatan dari sisi kompetensi. Namun, tak kalah penting menurutnya, adalah adanya partisipasi masyarakat. 

“Masyarakat sebetulnya adalah kuncinya. Apabila masyarakat ini bisa partisipatif, maka jauh lebih cepat lagi kita di dalam menurunkan angka-angka risiko terhadap 12 indikator SPM itu,” ucapnya. 

Muda berharap pemberian bantuan motor dapat menjadi pesan positif bagi masyarakat. Yakni memicu keingintahuan warga terkait program Salju Terpadu. Masyarakat, menurut dia, akan bertanya-tanya tentang program Salju. Dan pertanyaan tersebut menjadi momentum petugas untuk menjelaskan dan sekaligus mengajak warga berpartisipasi aktif. 

“Jangan dilihat hanya soal kendaraannya, tapi lihatlah semangatnya. Tujuannya menyampaikan pesan kepada masyarakat. Misalnya masyarakat punya informasi warga yang sakit dan perlu dikunjungi, maka kita lebih cepat mengetahui dan melayani secara maksimal. Sehingga tidak terjadi ketelanjuran-ketelanjuran. Inilah yang kita harapkan,” ujarnya. 

Muda menerangkan, jika ada partisipasi dari masyarakat, maka desa pun diharapkan akan memprogramkan kebijakan terkait. Desa akan menyiapkan alokasi dan program. Kemudian menggerakkan melalui RT dan RW. 

“Nah, akhirnya akan bertemu dengan program pemerintah daerah. Dengan pelayanan keliling, desa mendukung dengan alokasi anggaran supaya ini makin bergerak. Jadi kalau sudah atas-bawah mengepung, kita jadi jauh lebih cepat mendeteksi persoalan sehingga tidak melebar dan terjadi ketelanjuran yang parah,” jelasnya. 

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya Marijan optimistis melalui program Salju, Standar Pelayanan Minimal dengan 12 indikator bidang kesehatan akan tercapai.

“Ini bisa terwujud kalau kita selalu mengunjungi lokasi sehingga mengetahui permasalahan masyarakat. Adanya bantuan kendaraan bermotor itu mempermudah transportasi teman-teman puskesmas untuk mengunjungi pasien,” ucapnya.

Marijan memaparkan, pada program Salju dilakukan pelayanan kesehatan dengan sistem jemput bola pada hari Selasa dan Jumat. Di hari Selasa, pelayanan mencakup kesehatan keluarga. Seperti pemeriksaan ibu hamil, balita, imunisasi, pemberian vitamin, KB, kandungan, dan persalinan. Adapun di hari Jumat, dilakukan pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan penyakit menular dan tidak menular. 

“Yang melayani adalah tenaga kesehatan yang standar. Minimal diploma tiga. Dengan adanya Salju, nanti kita akan jemput bola,” sebutnya. 

Kepala Puskesmas Rasau Jaya Supratman menilai bantuan motor operasional tak sekadar simbolis kendaraan. Menurutnya, motor adalah motivasi untuk terus memberikan dukungan kepada masyarakat.

“Motor ini adalah simbol bahwa masyarakat ini didekati oleh negara melalui kesehatan, yaitu puskesmas,” ujarnya.

Supratman mengatakan, bantuan motor sangat berguna bagi pihaknya yang berada di lapangan. Terlebih motor dilengkapi fasilitas boks untuk membawa perlengkapan medis. 

“Kami sangat bangga dan senang. Mewakili petugas di lapangan, kami mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada bupati dan kepala dinas yang telah memberikan gambaran inovasi. Sekaligus melengkapi dengan fasilitasnya yakni kendaraan roda dua ini. Sehingga kami yang di lapangan semakin semangat dalam bekerja,” ucapnya. (rio)

JARINGAN SKPD