Bangun Wisata Berbasis Masyarakat

Info Gambar :

HUMPRO KUBU RAYA – Peran serta masyarakat dalam membangun pariwisata daerah amat dibutuhkan. Pembangunan pariwisata berbasis masyarakat, bahkan menjadikan masyarakat sebagai komponen utama pembangunan tersebut. Masyarakat berperan penting dalam pengembangan potensi lokal dari alam, sosial budaya, maupun ekonomi. Hal ini dipertegas Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan, yang menyatakan masyarakat punya kesempatan yang sama dan seluas-luasnya untuk berperan dalam penyelenggaraan kepariwisataan.

Implementasi hal itu dapat dilihat di Agrowisata Balek Kampoeng Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Agrowisata Balek Kampoeng merupakan objek wisata agro yang mengusung konsep perdesaan. Dengan mengakomodasi beragam minat khusus atau hobi pengunjung. Di agrowisata ini, pengelola memulai usaha dengan konsep pemberdayaan masyarakat. 

“Di mana pada saat proses pemberdayaan, sesungguhnya pengelola hanya ingin mencari tahu sejauh mana potensi-potensi yang dimiliki oleh masyarakat. Nah, Alhamdulillah kita ketahui ada 33 jenis produk yang dihasilkan oleh kaum ibu dalam konteks mengolah sumber daya buah-buahan lokal yang ada,” kata pemilik Agrowisata Balek Kampoeng, Ishak, di sela kegiatan Pekan Raya Buah Agrowisata Balek Kampoeng pada akhir pekan lalu. 

Ishak menuturkan, Agrowisata Balek Kampoeng adalah objek wisata yang ingin melibatkan seluruh masyarakat setempat. Keterlibatan warga di antaranya melalui kegiatan pengolahan produk-produk turunan dari potensi ragam buah lokal yang ada. Yang kesemuanya akan bermuara pada peningkatan perekonomian masyarakat. 

“Bagaimana mengolah potensi yang ada dengan tetap memberikan sentuhan inovasi,” ujarnya. 

Ishak mengungkapkan selain masyarakat, pengelolaan Agrowisata Balek Kampoeng juga melibatkan unsur PKK dan karang taruna. Dirinya berharap karang taruna dapat menjadi garda terdepan dalam mendorong masyarakat. Yakni untuk memanfaatkan lahan pekarangan yang selama ini punya potensi tapi masih “tidur”. 

“Karena itu, dari karang taruna sudah disiapkan beberapa jenis bibit dan nantinya akan kita latih masyarakat sekitar untuk bisa mengikuti jejak yang dilakukan karang taruna,” sebutnya.

Ishak mengapresiasi dukungan penuh Bupati Muda Mahendrawan terkait program wisata desa di Desa Kalimas. Hal itu, menurutnya, menjadi motivasi sekaligus tantangan kepada masyarakat setempat. 

“Sesuai dengan slogan ‘dari Kubu Raya untuk Indonesia’, menjadi tantangan juga bagi kita untuk menciptakan produk-produk unggulan yang membanggakan untuk ditampilkan di berbagai tempat,” ucapnya. 

Terkait optimalisasi hasil pengolahan komoditas lokal, Ishak menyebut masyarakat sangat membutuhkan dukungan teknologi. Sehingga kualitas olahan dapat meningkat. Jika tidak, dikhawatirkan produk masyarakat tidak mampu bersaing dengan pasar. 

“Karena itu kami juga berharap bupati dapat memberikan bantuan kepada cikal bakal daripada kelompok usaha bersama ini yang kita sebut sebagai calon UMKM di desa ini,” harapnya. 

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengapresiasi konsep pengelolaan Agrowisata Balek Kampoeng. Di mana sebagian dari produk yang dipasarkan bersumber dari masyarakat setempat.  Selain itu, ia memuji pengelola yang mengajak masyarakat dalam memaksimalkan potensi wisata setempat. Dia menyatakan pemerintah daerah akan mendukung. Baik dari dinas terkait maupun kecamatan. Begitu juga dukungan dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda). 

“Menjadi magnet. Itu tujuannya. Nah, Alhamdulillah ini sudah berjalan dan sekarang sudah mulai banyak gerakan-gerakan yang dibuat. Ke depan event-event budaya akan diinventarisasi sehingga kita punya kegiatan yang tertata,” sebutnya. 

Muda mengungkapkan, upaya menciptakan desa-desa wisata telah dilakukan sejak periode pertama pemerintahannya pada 2009 silam. Hingga kini, di Kubu Raya telah ada 17 desa wisata. Dirinya berharap Desa Kalimas akan menjadi desa wisata berikutnya. Kesemua potensi wisata yang ada, ujarnya, sangat ditunjang dengan modal sosial Kubu Raya berupa keharmonisan dalam keberagaman. Ditambah lagi modal geografis yang strategis sebagai pintu masuk Kalimantan Barat dari darat, air, dan udara.

“Di sana-sini telah menjadi kebiasaan kita dalam merawat budaya, tata cara relasi sosial di masyarakat, dan keterbukaan dalam menerima keberagaman. Kita ini masyarakat yang terbuka. Inilah kelebihan Kabupaten Kubu Raya, ditambah sinergi semua elemen yang berkolaborasi dengan baik,” terangnya.

Muda meminta masyarakat tak ragu membuat berbagai produk. Karena pariwisata memang untuk menghidupkan semua sektor lainnya. Ia berpesan, produk yang dibuat masyarakat harus unik. Kreatif dan inovatif. Sehingga mempunyai nilai tambah. Dengan begitu harga jualnya akan meningkat. 

“Selalu tingkatkan kualitas diri dan jaga suasana dan kebahagiaan bersama,” pungkasnya. 

Camat Sungai Kakap Rusdeti mengapresiasi pemilik Agrowisata Balek Kampoeng yang telah melibatkan seluruh warganya. Dengan begitu ia berharap dampak dari keberadaan Balek Kampoeng bisa dirasakan pula masyarakat setempat. 

“Di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, ada desa yang dulunya sangat miskin. Namun dalam tujuh tahun berubah menjadi desa yang makmur. Karena apa? Karena wisata. Dampak sektor pariwisata ini sangat cepat dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya. (rio)

JARINGAN SKPD