Kaum Muda Harus Jadi Solusi Bangsa

Info Gambar :

HUMPRO KUBU RAYA - Asisten Pembangunan, Ekonomi, dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Kubu Raya Lugito mewakili Bupati Kubu Raya membuka kegiatan Gebyar Hari Santri: Kemah Pelajar Kebangsaan dan Kewirausahaan serta Dialog Refleksi Sumpah Pemuda, di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Jumat (25/10). Digelar Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Kubu Raya, kegiatan akan dilaksanakan di Kantor Camat Sungai Ambawang selama empat hari 24-27 Oktober 2019. 

Ketua PC IPNU Kabupaten Kubu Raya Misli Saputra mengatakan, Gebyar Hari Santri merupakan kegiatan pertama yang dilaksanakan IPNU Kabupaten Kubu Raya. Dirinya berharap ke depan Gebyar Hari Santri dapat menjadi agenda tahunan.

“Dan mudah-mudahan di tahun depan kegiatan ini bisa kita gelar lebih meriah lagi dengan melibatkan seluruh sekolah se-Kabupaten Kubu Raya,” ujarnya. 

Misli menerangkan, untuk dialog refleksi Sumpah Pemuda, pihaknya akan mengundang seluruh organisasi kepemudaan yang ada di Kabupaten Kubu Raya. 

Asisten Pembangunan, Ekonomi dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Kubu Raya Lugito menuturkan, visi Pemerintah Kabupaten Raya adalah mewujudkan masyarakat yang bahagia, bermartabat, terdepan, berkualitas, dan religius. Karena itu, sangat penting untuk memaknai esensi dari visi tersebut. 

“Visi Bupati Kubu Raya ini hendak mengangkat martabat Kubu Raya secara menyeluruh, khususnya generasi muda dalam rangka menyongsong manusia-manusia yang berkualitas,” ujarnya.

Karena itu, Lugito menyatakan generasi muda Kubu Raya harus berpikir maju dan inovatif. 

“Yakni harus mampu mengembangkan sesuatu yang tidak biasa dilakukan orang lain,” jelasnya.

Lebih lanjut Lugito menerangkan, perkembangan teknologi saat ini semakin cepat. Karena itu, generasi muda Kubu Raya diminta mampu memanfaatkan teknologi tersebut dengan baik. Karena jika salah memanfaatkan, akan berakibat fatal.

“Kalau pemanfaatan dengan cara yang salah, fatal akibatnya. Apalagi saat ini sudah ada Undang-Undang ITE,” sebutnya.

Lugito mengajak seluruh pelajar untuk memami apa yang akan dilakukan. Pelajar, ujarnya, juga tidak boleh menjadi beban bagi orang tua dan orang lain. Pelajar harus menjadi generasi mandiri yang dapat membangkitkan kemajuan bangsa.

“Melalui kegiatan ini saya mengajak, mari terus membangkitkan dan membangun Kubu Raya lebih maju. Tidak menjadi beban bagi daerah dan bangsa ini. Namun menjadi solusi bagi masyarakat, daerah, dan bangsa,” tutupnya. 

Kegiatan Gebyar Hari Santri mengangkat tema “Internalisasi Pancasila dan Spirit Kebangsaan serta Kewirausahaan bagi Pelajar dan Pemuda”. Panitia menghadirkan tiga orang narasumber, yaitu Anggota DPR RI Syarif Abdullah Alkadri, Ketua Yayasan Mujahidin Kalbar Thamrin Usman, dan Ketua HPN Kalbar Mansur Zahri. (jek)

JARINGAN SKPD