Sujiwo: Gerakan Radikal Ancaman Serius Bangsa

Info Gambar :

HUMPRO KUBU RAYA – Gerakan radikal dan intoleran menjadi ancaman serius bangsa Indonesia ke depan. Hal ini dikatakan Wakil Bupati Sujiwo saat menerima audiensi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di ruang kerjanya, Senin (21/10). Terkait fakta ancaman tersebut, Sujiwo mengapresiasi GMNI yang dinilainya komit dalam mengawal eksistensi negara. 

“Teman-teman dari GMNI adalah salah satu kelompok mahasiswa yang sangat konsisten terhadap upaya pengawalan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bineka Tunggal Ika, dan NKRI,” tuturnya.

Sujiwo mengungkapkan, saat ini bangsa Indonesia menghadapi ancaman. Ada ancaman dari luar dan ancaman dari dalam. Namun, menurutnya, ancaman dari dalam justru lebih harus diwaspadai. Sebab, ada sejumlah oknum anak bangsa yang terpapar paham radikal dan intoleran hendak mengubah dasar negara dan sistem kenegaraan Indonesia. 

“Padahal pembicaraan tentang perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan itu sudah selesai. Dan yang namanya empat pilar kebangsaan adalah harga mati,” jelasnya.

Terkait hal itu, Sujiwo mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama merawat empat pilar kebangsaan yang ada. 

“Ini harus kita jaga dan rawat semaksimal mungkin. Dan yang bisa melakukan itu adalah semua pihak yang mempunyai konsep pemahaman yang sama tentang kebangsaan,” sebutnya. 

Ketua GMNI Kalbar, Rival, mengapresiasi Wakil Bupati Sujiwo yang dinilainya punya atensi terhadap gerakan kepemudaan. Menurutnya, jika pucuk pimpinan pemerintahan cakap berkomunikasi dengan organisasi kepemudaan, maka sinergi pun akan terwujud. 

“Kita meyakini betul bahwa jika pejabat daerah di tingkat tertinggi bisa membuka ruang komunikasi terhadap organisasi kepemudaan, maka itulah yang betul-betul membuat kita bisa bersinergi dalam konteks merasakan langsung dinamika-dinamika yang terjadi saat ini,” terangnya.

Rival mengaku bersyukur dengan kondusifnya Kalimantan Barat. Ia menilai Kalimantan Barat telah betul-betul tertib dan damai di tengah beragamnya latar belakang suku, agama, ras, dan antargolongan. 

“Tentu ini harus benar-benar kita jaga dan rawat,” pungkasnya. (rio)

JARINGAN SKPD