Warga Binaan Terima Remisi

Info Gambar :

 

HUMPRO KUBU RAYA – Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo menghadiri upacara penyerahan putusan remisi 17 Agustus kepada 651 warga binaan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pontianak, Sabtu (17/8). Putusan remisi diserahkan Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan di Lapangan Upacara Lapas Kelas II A Pontianak. Sujiwo mengatakan, remisi yang diterima warga binaan merupakan regulasi pemerintah kepada warga binaan setiap tahunnya. Terutama pada momen Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Remisi ini merupakan hak warga binaan yang didapatkan bervariasi, mulai dari 15 hari sampai dengan maksimalnya 6 bulan," kata Sujiwo seusai upacara.

Ia menyebut remisi diberikan kepada warga binaan yang berperilaku baik selama di lembaga pemasyarakatan. Dirinya mengapresiasi jajaran petugas Lapas Kelas IIA Pontianak yang menurutnya telah melakukan pembinaan dengan baik kepada warga binaan. Sehingga warga binaan mendapatkan berbagai keterampilan yang bisa menjadi modal menjalani kehidupan baru yang lebih baik.

“Hasil karya warga binaan selama ini sangat luar biasa, patut kita berikan apresiasi," terangnya.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan pemberian remisi merupakan bentuk kepedulian dan penghargaan negara terhadap warga binaan yang berkelakuan baik dan punya prestasi selama menjalani masa tahanan.

"Ini merupakan bonus dari Presiden Republik Indonesia kepada warga binaan yang telah berkelakuan baik. Harapan kita agar remisi ini bisa menjadi motivasi bagi warga binaan untuk berkelakuan lebih baik lagi selama menjalani masa tahanan dengan terus mengintrospeksi diri," tuturnya.

Norsan berharap para warga binaan yang telah menjalani masa tahanan dan kembali ke masyarakat tidak mengulangi apa yang telah diperbuat.

"Jadikan semua proses selama masa tahanan menjadi pelajaran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di dalam masyarakat," tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Lapas Kelas II Pontianak Farhan Hidayat mengatakan, warga binaan yang mendapatkan remisi sebanyak 651 orang dari 974 orang.

"Ada empat orang yang mendapat remisi lepas pada hari ini, namun belum bisa keluar karena yang bersangukutan dikenakan pidana subside. Sehingga belum bisa keluar hari ini," tuturnya.

Farhan menjelaskan, syarat mendapatkan remisi bagi warga binaan tindak pidana umum adalah harus menjalani enam bulan masa tahanan dan berkelakukan baik selama di dalam lapas.

"Namun, bagi tindak pidana khusus seperti tipikor dan narkoba, mereka harus menjalani sepertiga dari masa pidana dan harus membayar subsidernya," katanya.

Para napi mendapat remisi setelah dinyatakan memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. Mereka juga dinilai telah berkelakuan baik selama menjalani pidana jika dihitung 6 bulan sejak tanggal penahanan sampai 17 Agustus 2019. Untuk warga binaan Lapas Kelas IIA Pontianak, ada 651 yang mendapatkan remisi. Kemudian untuk Lapas Perempuan Kelas IIA Pontianak ada 63 orang yang mendapatkan remisi. (jek)

JARINGAN SKPD